AGENDA
Site Map: Home > Agenda Desa > Sabtu, 14 Januari 2012
17 February 2012 07:19 WIB

.
Makam Gunung Kelir merupakan kompleks Makam Ratu Mas Malang serta Ki Dalang Panjang Mas (Dalang S. Dalem I SKS Amangkurat I). Makam ini termasuk salah satu situs tinggalan dari Amangkurat I atau Amangkurat Agung yang berada di Desa Pleret, Kec.Pleret, Kab. Bantul, DIY . Amangkurat I adalah Raja Mataram Islam Putra dari Sultan Agung Hanyokrokusumo yang memerintah pada tahun 1646-1677 dan berkraton di Pleret.

Suraksa Sumarno (Juru kunci makam Gunung Kelir) memaparkan bahwa makam ini dibangun menggunakan bahan bangunan berupa batu putih untuk dinding dan tembok keliling serta batu andesit untuk nisan. Komplek Makam Ratu Mas Malang terletak dipuncak sebuah bukit yaitu Gunung kelir dengan ketinggian kira kira 99 m dari permukaan laut dengan luas 30×30 meter. Pada komplek makam ini terdapat 28 nisan, yang dikelompokan dalam 3 lokasi yaitu 19 nisan berada dihalaman depan, 1 nisan berada dihalaman belakang (nisan Dalang Panjang Mas) dan 8 nisan berada di halaman inti yang salah satunya merupakan nisan dari Ratu Mas Malang.

Ratu Mas Malang merupakan istri dari Amangkurat I, dalam Babad Tanah Jawi diceritakan, sebelumnya Ratu Mas Malang merupakan istri dari Dalang Panjang Mas, seorang dalang keraton yang hidup sejak masa Panembahan Sedo Krapyak. Amangkurat I terpikat oleh Ratu Mas Malang dan meminta Dalang Panjang Mas untuk menyerahkan istrinya, permintaan tersebut ditolak sehingga Dalang Panjang Mas dibunuh dan jasatnya dimakamkan di Gunung Kelir. Ratu Mas Malang kemudian menjadi selir Amangkurat I, namun karena sayangnya maka kemudian Ratu Mas Malang diangkat menjadi Permaisuri.
Pak Suraksa Sumarno juga menunjukkan selain kompleks makam, disebelah timur juga terdapat sendang yang diberi nama “Sendang mulyo” yang dibangun diatas batu. Sendang ini tidak akan pernah kering walaupun musim kemarau. konon sendang ini adalah tempat yang akan dijadikan peristirahatan terakhir Ratu Malang, namun karena setelah digali terus keluar air, maka tempat pemakaman ratu malang dipindahkan ke tempat sebelah barat Sendang Mulyo tersebut. Selaun sendang mulyo juga terdapat batu persegi empat atau lebih dikenal dengan Watu Jonggol, siapa saja yang cakupan tangannya mampu mencapai keseluruhan panjang batu ini, unek-uneknya akan terkabul, imbuhnya.
Tembok makam Gunung Kelir tepatnya yang sebelah selatan juga pernah roboh bebarengan dengan hari mundurnya Presiden RI yang ke-2 yaitu Bapak Soeharto.

Baca Juga :

  • » Doa Bersama dan Terapi Psikologi mengenang Gempa 27 Mei 2006
  • » 50 Pendaftar PAUD Pemanahan Kerto Free Doorprize
  • » Promo Event Desa Pleret Greget Gumergah “Noto Deso”
  • » Donor darah, semarakan Greget Gumregah Noto Deso Pleret 2012
  • » Lokakarya Membangun Desa Mandiri, Idealita dan Realita

  • tidak ada komentar untuk tulisan diatas

    Belum ada Komentar

    Tulis Komentar

    *
    To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
    Click to hear an audio file of the anti-spam word

    Nama* Comment
    E-mail*
    Website

    Kompleks Balai Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.
    didukung oleh :